Makassar – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si menggelar kegiatan Safari Subuh di Masjid Nurudda’wah, Jalan Badak, Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, Senin (27/4/2026).
Safari Subuh tersebut, Kapolrestabes didampingi sejumlah pejabat utama Polrestabes Makassar, di antaranya Kasat Binmas AKBP Darwis, SE., M.H., Kabag SDM Kompol Arsyad, S.I.P., Wakasat Lantas Kompol Mahrus, Kasi Humas Kompol Wahiduddin, serta Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Makassar menyampaikan bahwa kegiatan Safari Subuh menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan agar Polri dan masyarakat bisa terus terjalin komunikasi dan silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan makna kehadiran masyarakat dalam shalat Subuh berjamaah sebagai sesuatu yang istimewa.
“Shalat subuh tidak semua orang bisa melakukannya, tergantung kondisi hati. Jadi jika bapak ibu hadir di sini, berarti bapak ibu adalah orang-orang pilihan,” tuturnya.
Menurutnya, waktu subuh memiliki peran penting sebagai awal aktivitas dan pembentukan pola pikir seseorang dalam menjalani hari.
“Kenapa subuh, karena ini adalah awal kita beraktivitas, awal otak kita diisi. Shalat subuh menjadi salah satu fondasi dalam memulai hari,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan sejumlah keutamaan shalat Subuh, di antaranya disaksikan oleh malaikat, mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, serta menjadi pembuka produktivitas dan keberkahan rezeki.
“Keutamaan shalat subuh itu luar biasa, disaksikan malaikat, ada jaminan perlindungan dari Allah, serta membuka pintu keberkahan rezeki,” ujarnya.
Kapolrestabes menegaskan bahwa aktivitas keagamaan seperti memakmurkan masjid turut berdampak pada terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Kalau kita sering meramaikan masjid dan menjalankan perintah Allah, secara tidak langsung kita membantu menjaga wilayah kita tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Kapolrestabes Makassar menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Ia menyebut, kondisi wilayah yang aman dan kondusif bukan semata hasil kerja kepolisian, melainkan buah dari sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Situasi yang aman ini bukan kerja polisi semata, tetapi kerja kita semua. Tidak mungkin polisi bisa mengamankan wilayah tanpa dukungan dan keinginan yang sama dari masyarakat untuk menciptakan keamanan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya kedisiplinan dalam berlalu lintas serta kepedulian sosial, termasuk dalam menyikapi aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, Kapolrestabes mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka. Menurutnya, banyak kasus kenakalan remaja hingga tindak kriminal melibatkan anak usia belasan tahun yang kurang mendapatkan perhatian di rumah.
“Kebanyakan yang terlibat dalam kelompok-kelompok bermasalah itu anak-anak usia 12 sampai 16 tahun. Mereka mencari perhatian di luar karena kurang perhatian di rumah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan dampak negatif perkembangan teknologi, khususnya akses terhadap konten yang tidak layak, yang dapat merusak moral generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan akhlak dan agama dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan sekitar, dengan cara saling mengenal dan peduli terhadap aktivitas orang asing.
“Kalau ada orang yang tidak dikenal di lingkungan kita, tegur dengan baik. Itu bentuk kepedulian agar pelaku kejahatan tidak punya kesempatan,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat oknum anggota Polri yang berperilaku kurang baik. Namun, ia menegaskan bahwa mayoritas anggota kepolisian tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami mohon maaf jika masih ada anggota kami yang menyakiti hati masyarakat. Tapi yakinlah, sebagian besar polisi siap bekerja dengan baik dan melayani masyarakat,” tutupnya.

















