Tudang Sipulung Pemuda, Kapolrestabes Makassar Ajak Generasi Muda Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

  • Share

MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak generasi muda untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta membangun Kota Makassar yang aman, damai, dan kondusif.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolrestabes Makassar saat menghadiri kegiatan Tudang Sipulung Pemuda dengan mengusung nilai-nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainga, yang berlangsung di Taman Pakui, Jalan A.P. Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (24/10/2026), pukul 14.00 WITA. Kegiatan bertema “Dari Percakapan Menjadi Kesepakatan, dari Kesepakatan Menjadi Gerakan” ini dihadiri sekitar 200 peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menangani aksi unjuk rasa, tetapi juga berkewajiban melindungi, mengawal, dan memfasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat agar dapat diterima oleh pihak yang dituju.

Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Karena itu, setiap aksi unjuk rasa harus dikawal dengan pendekatan yang humanis, sehingga aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa mengabaikan keamanan dan ketertiban umum.

“Setiap masyarakat yang menyampaikan aspirasi harus kita jaga, kawal, dan bantu fasilitasi agar apa yang menjadi tuntutan mereka dapat sampai kepada pihak yang dituju. Tugas kepolisian bukan sekadar menangani unjuk rasa, tetapi memastikan penyampaian aspirasi berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Kapolrestabes Makassar juga menekankan bahwa terciptanya situasi kota yang aman bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuda.

Ia mengingatkan bahwa ketika terjadi gangguan keamanan, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh institusi kepolisian. Oleh sebab itu, dibutuhkan kepedulian, kesadaran, dan keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga keamanan serta mencegah potensi konflik.

“Ketika Makassar dinilai aman, itu bukan hanya hasil kerja kepolisian, tetapi hasil tanggung jawab kita bersama. Jika terjadi gangguan keamanan, yang dirugikan bukan hanya polisi, melainkan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jumlah personel kepolisian tidak sebanding dengan besarnya jumlah penduduk dan kompleksitas persoalan yang ada di Kota Makassar. Karena itu, dukungan masyarakat, khususnya pemuda, menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.

Kapolrestabes Makassar turut mengingatkan pesan Kapolri bahwa paradigma kepolisian saat ini adalah “Polisi Bersama Masyarakat”, bukan sekadar polisi yang hadir untuk masyarakat. Prinsip tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan warga dalam melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas.

Ia berharap para pemuda dapat menjadi pelopor kegiatan positif, memperkuat komunikasi antarkelompok, serta mengarahkan energi dan kreativitas mereka melalui kegiatan yang bermanfaat, seperti olahraga bersama, gerak jalan santai, dan berbagai aktivitas sosial lainnya.

Melalui kegiatan Tudang Sipulung Pemuda ini, diharapkan terbangun ruang dialog yang terbuka antara kepolisian dan generasi muda, sehingga berbagai persoalan dapat dibicarakan bersama dan menghasilkan kesepakatan yang diwujudkan dalam aksi nyata.

Semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainga diharapkan menjadi landasan bagi pemuda Makassar untuk saling menghargai, menghormati, dan mengingatkan dalam kebaikan demi mewujudkan Kota Makassar yang aman, damai, serta kondusif.

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *